Misteri Orgasme Wanita

Submitted by redaksi@malam-pertama.com, 01 Oktober 2010

Orgasme wanita merupakan sesuatu yang sangat menakjubkan. Kalau pria sederhana saja, dengan rabaan atau senggolan, dan sedikit ini dan itu ... croot, jadilah! Tetapi wanita? Bisa diibaratkan sebagai teori relativitas. Untuk klimaks wanita bisa menghabiskan waktu dua menit, atau bisa 2 jam, atau bisa tidak sama sekali. Ada yang bilang, wanita bisa puas tanpa orgasme, sementara yang lain bisa sampai mencabik-cabik tubuh pasangannya. Tak heran bila pria memandang wanita sebagai makhluk yang misterius.

70% Wanita Mengalami Kesulitan Mencapai Orgasme Bersama Pria

Mengapa wanita sulit mencapai klimaks bersama pasangannya?

Ada tiga kemungkinan yang dapat menjawab pertanyaan ini?

  1. Ada yang salah dengan fisik wanita yang membuat hubungan seks menyakitkan dan tidak menyenangkan.
  2. Pria tidak melakukannya dengan baik. Bisa karena ejakulasi terlalu cepat, salah menstimulasi,  kasar, membuat wanita tertekan untuk bisa mengimbangi. Kasus ini sangat umum dan sering terjadi. Ini berarti wanita tidak menikmati dirinya sendiri apalagi untuk bisa  klimaks. 
  3. Adanya "Sesuatu Masalah" halangan yang tidak kelihatan. Walaupun pria sudah melakukan berbagai cara sampai dua jam dan wanitapun bergairah tinggi, tetapi tetap saja si wanita tidak klimaks. "Berada seperti dekat sekali tatapi terasa sangat jauh," kata seorang wanita. "Ibaratnya kita sudah mendapatkan semua lauk yang kita mau, tetapi tetap saja santapan itu tidak enak di mulut".
Apakah Anda sering merasa sulit mencapai klimaks? Bisa jadi Anda mengalami anorgasmia. Anorgasmia merupakan istilah medis untuk wanita yang merasa kesulitan mencapai orgasme setelah rangsangan seksual yang cukup.

Anorgasmia sebenarnya adalah kejadian yang sangat umum, yang biasa dialami oleh sedikitnya satu dari lima wanita di seluruh dunia.

Intensitas orgasme setiap wanita berbeda-beda. Jumlah rangsangan yang diperlukan untuk memicu orgasme pun berbeda-beda. Bahkan, kurang dari sepertiga wanita secara konsisten telah mengalami orgasme dengan aktivitas seksual. 

Perubahan gaya hidup dan terapi seks dapat membantu mengatasi masalah ini.

Topik Terkait: